Rabu, 21 Juni 2017

Tak Seperti Dongeng ?Gadis Penjual Korek Api?

Tak Seperti Dongeng ?Gadis Penjual Korek Api? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Ada korek api?”

Gadis cilik itu terus berjalan sambil meminta sebuah korek api, namun tidak ada satu pun yang memberi. Tanpa alas kaki ia terus menelusuri jalan jalan ibu kota. Melihat tingginya gedung gedung cakrawala, mobil-mobil mewah yang tentunya pengemudinya punya cukup uang untuk membelikan gadis itu sebungkus korek api. Atau mereka punya banyak korek yang dihabiskannya dengan sebatang dua batang rokok. Mungkin pikir mereka, untuk apa memberi pada gadis itu? Detik ini dia minta korek api, menit kemudian selanjutnya dia minta roti, lalu meminta uang. Rasanya sayang memberikan seperak dua perak pada gadis lusuh dan dekil itu. Jangan memanjakan mereka!!! Seharusnya orang tua mereka yang bertanggung jawab mendidik mereka, bukan mengajarkannya berkeliaran di jalan. Banyak orang menyebutnya ‘pengemis’ atau ‘anak jalanan’.
Gadis itu pun tak putus asa, ia berjalan menghampiri beberapa orang pejalan kaki di trotoar. Menengadahkan tangannya.

“Permisi bu, boleh saya minta korek api?”

Wanita itu mengerutkan dahinya dan menatap gadis kecil dari atas – sudah berapa lama gadis kecil ini tidak membersihkan dirinya. Sangat sulit untuk menyisir rambutnya yang bergelombang dan kaku. Ia lalu membayangkan sapu
... baca selengkapnya di Tak Seperti Dongeng ?Gadis Penjual Korek Api? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 17 Juni 2017

Wiro Sableng #32 : Bajingan Dari Susukan

Wiro Sableng #32 : Bajingan Dari Susukan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PANGERAN MATAHARI DARI PUNCAK MERAPI

Lelaki berpakaian merah itu berlari seperti dikejar setan. Dalam kegelapan malam tubuhnya beberapa kali membentur pohon, pakaiannya robek-robek terkait duri, bahkan kulitnya penuh dengan barut luka yang menjadi perih akibat teresap keringat. Namun semua itu tidak diperdulikannya. Dia lari terus sekencang yang bisa dilakukannya walau nafasnya mulai menyesak dan lidahnya terjulur-julur seperti anjing gila. Di tangan kirinya ada kantung kain.

Sambil berlari dia berulang kali berpaling ke arah timur. Saat demi saat langit di jurusan itu tampak menjadi terang. Hal inilah yang agaknya ditakuti orang berpakaian merah itu. Sebentar-sebentar dari mulutnya terlontar kata-kata "Celaka.....! Celaka diriku! Tak mungkin aku mencapai tempat itu sebelum matahari terbit! Celaka! Mati....! Aku akan mati!" Orang ini berlari terus. Berusaha lebih kecang. Namun tenaganya hampir punah. Kedua kakinya seperti diberati batu besar. Beberapa kali dia terserandung jatuh tapi bangkit kembali dan berlari lagi. Berpaling kembali ke timur, langit di sana tampak semakin terang.

"Celaka! Celaka diriku.....!" Sekali lagi dia tersungkur di tanah. Kantung kain yang dibawanya terlepas. Cepat-cepat benda ini diambilnya lalu dia bangkit dan lari lagi.

Di pepohonan mulai terdengar kicau buru
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #32 : Bajingan Dari Susukan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 10 Juni 2017

Meta Model: The Power of NOW

Meta Model: The Power of NOW Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Baru-baru ini saya sempat mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh seorang pakar komunikasi di Indonesia. Beliau memaparkan informasi mutakhir tentang komunikasi. Menjadi sangat menarik ketika beliau memulai pembahasan dengan mendefenisikan apa itu komunikasi. Menurut informasi mutakhir, komunikasi di defenisikan sebagai the process of making sense out of the world and sharing that sense with others through verbal and nonverbal messages. Menelik defenisi di atas, maka komunikasi atas sebuah proses pembuatan makna dari dunia di luar diri kita dan berbagi makna tersebut dengan orang lain secara verbal maupun nonverbal.

Dengan kata lain, we can not not communication. Stimulus apapun yang berasal dari luar diri kita akan membuat kita memberikan makna tertentu padanya. Ketika kita mencari makna dalam diri kita, maka kita melakukan sebuah pencarian data di dalam memori untuk bisa menalar stimulus yang kita terima. Istilah kerennya adalah Transderivational Search (TDS). Nah, ketika melakukan TDS ini, maka kita cenderung melakukan pelanggaran meta model.


... baca selengkapnya di Meta Model: The Power of NOW Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 08 Juni 2017

THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part One

THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part One Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Banyak dari peserta saya, sebagian besar malah….sangat susah untuk memaafkan peristiwa / kejadian atau kesalahan masa lalu dan hal ini bisa berbagai macam bentuk, spt amarah terpendam, kekecewaan terpendam, kesedihan terpendam, benci, dendam dll. Hebatnya lagi semuanya ini bisa tersimpan tahunan, puluhan tahun bahkan sampai sdh kembali ke Tuhan tetap menyimpan emosi spt itu !

Yuuk mari kita renungkan bukankah sebagian karakteristik Tuhan adalah Memaafkan, Mengasihi dan Menyayangi?…bagaimana sikap Tuhan terhadap mahluk ciptaannya yg tadinya diciptakan dalam kondisi suci…..ketika kembali dalam kondisi belepotan kotoran yang disimpan dalam bentuk emosi2 negatif spt itu ! Sedangkan sebagian besar kotoran ini adalah dampak dari emosi2 antar manusia !

Masih kental dalam ingatan saya ketika masih kecil pertama kali mandi sendiri keluar dari kamar mandi..di cek sama sang ibu..masih ada kotoran / belum bersih disuruh kembali utk mandi kedua kalinya !………bayangkan kalau kita kondisi kotor begitu menghadap Tuhan…apa kira2 sikap Tuhan?……bukankah ini urusan antar manusia !…..dalam Islam disebut “Hablu Minanas”……lha Tuhan tidak bis
... baca selengkapnya di THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part One Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 05 Juni 2017

Trans(aksi) vs Inter(aksi)

Trans(aksi) vs Inter(aksi) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di kawasan pemukiman Padepokan Molek, nun jauh dari keramaian kota Baharu, awalnya hanya tinggal seorang pemilik kavling bernama Denny. Setahun kemudian muncul dua pembeli kavling baru, Errol dan Freddy, yang masing-masing datang dengan uang cash sebesar sepuluh juta rupiah.

Dengan jumlah uang yang dimiliki, Errol membeli kavling milik Denny; sementara Freddy membeli satu kavling langsung dari pengembang dengan harga sepuluh juta rupiah. Dengan demikian, keseluruhan jumlah aset nyata ketiga orang di Padepokan Molek selama tahun pertama adalah tiga puluh juta rupiah.

Setahun kemudian Freddy berpikiran lain. Dengan hanya satu kavling saja, dirinya tak punya keleluasaan berproduksi. Ia memutuskan untuk meminjam sepuluh juta rupiah dari Denny, dan setelah menjual asetnya ia membeli tanah dari Errol dengan harga dua puluh juta rupiah. Karena Denny meminjamkan sepuluh juta rupiah kepada Freddy, kini aset bersihnya adalah sepuluh juta rupiah.

Dengan menjual tanahnya kepada Freddy, Errol tinggal memiliki aset dua puluh juta rupiah. Sedang Freddy, dengan kavling seharga dua puluh juta rupiah tetapi dengan utang sebesar sepuluh juta rupiah pada Denny, ia memiliki aset bersih sebesar sepuluh juta rupiah. Dengan demikian, dalam dua tahun pertama aset yang dimiliki ketiga penghuni Padepokan Molek adalah empat puluh juta rupiah.

Godaan dan Kekhawatiran Setahun kemudian, Denny menangkap tren bahwa nilai kav
... baca selengkapnya di Trans(aksi) vs Inter(aksi) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1