Senin, 28 Desember 2015

Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule

Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

PENDEKAR 212 WIRO SABLENG SESAAT BERDIRI MEMANDANGI BANGUNAN BESAR BERBENTUK JOGLO ITU.
"BANGUNAN BEGINI BESAR TAPI TIDAK SATU MANUSIAPUN KELIHATAN," KATA MURID SINTO GENDENG DALAM HATI. DI SAMPING KANAN BANGUNAN TAMPAK SEBUAH KERETA PUTIH.

TAK JAUH DARI SITU SEEKOR KUDA PUTIH TENGAH MENCARI MAKAN DI HALAMAN YANG BANYAK DITUMBUHI RUMPUT LIAR. BINATANG INI TAMPAK GELISAH. SEBENTAR-SEBENTAR DIA MENEGAKKAN KEPALA LALU MERINGKIK. WIRO MENDEKATI KUDA PUTIH INI LALU MENGUSAP-USAP LEHERNYA SAMPAI BINATANG INI TENANG KEMBALI, MALAH BALAS MENGGESER-GESERKAN PIPINYA KE BAHU SANG PENDEKAR.

"NENEK HANTU BULAI! APAKAH KAU ADA DI RUMAH?!" WIRO BERTERIAK MEMANGGIL SESEORANG YANG PUNYA GELAR ANEH YAITU SI PEMILIK RUMAH BESAR.

SUARA SANG PENDEKAR MENGGEMA SESAAT. DIA MENUNGGU. TAK ADA JAWABAN. WIRO BERSERU SEKALI LAGI. SEKALI LAGI. TETAP HANYA KESUNYIAN YANG MENYAMBUT. DIA LALU MEMASANG TELINGA. LAPAT-LAPAT DIA MENDENGAR SUARA SEPERTI AIR MENCURAH DI SEBELAH TIMUR BANGUNAN.

"AG
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Biasa-Biasa Saja

Biasa-Biasa Saja Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernah suatu kali ada seorang pelatih olahraga dengan bersemangat berpidato di depan timnya: MUSUH DARI HEBAT ADALAH BAGUS! (the enemy of GREAT is GOOD)

Pernyataan sederhana itu mengandung kebijaksanaan yang luar biasa. Selama kita merasa puas dengan yang bagus, kita tidak akan pernah menjadi yang hebat.

Penulis Inggris, Somerset Maugham, pernah berkata, "Yang menarik dari kehidupan adalah jika anda menginginkan hanya yang terbaik, biasanya anda akan mendapatkannya."

Sebaliknya juga benar. Jika anda menginginkan kehidupan yang biasa-biasa atau seadanya, anda juga akan mencapainya.

Sejumlah orang menjalani kehidupan tanpa menyadari adanya "alasan" yang membebani mereka. Beberapa orang lain menyadarinya, tetapi terus memelihara "alasan" tersebut.

Mengapa? Karena "alasan" tersebut memberikan zona nyaman, dimana pencapaian seadanya bisa diterima umum.

Mereka dengan rela memelihara berbagai "alasan" tersebut karena hal itu memungkinkan mereka menyerahkan tanggung jawab atas kesuksesan mereka kepada orang lain, sekaligus menimpakan kesalahan atas kegagalan mereka pada orang la
... baca selengkapnya di Biasa-Biasa Saja Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 14 Desember 2015

Menulis Itu Pekerjaan Tangan

Menulis Itu Pekerjaan Tangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saya sering mengatakan bahwa menulis itu gampang. Untuk bisa menulis, hemat saya, tidak diperlukan bakat khusus. Ibarat berenang, orang tak perlu merasa berbakat untuk bisa berenang. Ibarat naik sepeda, orang tidak perlu bicara soal talenta kalau mau belajar naik sepeda. Yang diperlukan adalah praktik berkelanjutan alias pembiasaan. Yang diperlukan adalah tangan yang mengetik, mewujudkan gerakan gagasan menjadi sesuatu yang terbaca seperti tulisan ini.

Kawan saya, seorang penyunting muda yang cerdas, menyimpulkan bahwa bagi orang seperti saya, menulis itu mungkin dipahami sebagai pekerjaan tangan, bukan pekerjaan pikiran. Kalau menulis merupakan pekerjaan pikiran, maka diperlukan kecerdasan khusus untuk itu. Namun, menulis sebagai pekerjaan tangan tidak memerlukan kecerdasan ekstra.

Saya kira kawan saya benar. Bagi saya menulis itu pertama-tama dan terutama adalah pekerjaan tangan. Tak perlu susah berpikir bagaimana menulis atau mulainya dari mana. Langsung saja duduk dan tulis (ketik) apa yang ada dalam pikiran. Inilah yang pertama-tama dibutuhkan dalam tahap awal. Dan setelah terbiasa menulis, maka hal-hal lain bisa dipelajari untuk menghasilkan tulisan yang makin berkualitas.

Dengan pemahaman yang demikian itulah saya membentuk komunitas Writer Schoolen (1 Mei 2007) yang membantu ratusan orang menemukan kembali kemampuannya menulis; kemampuan yang telah ada di dalam dirinya sendiri. Dan saya bersyukur bahwa lewat komunitas ini semakin banya
... baca selengkapnya di Menulis Itu Pekerjaan Tangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Bahagia Hidup Pesantren

Bahagia Hidup Pesantren Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

(Bel Berbunyi) Pagi menjelang subuh aku telah dibangunkan oleh suara bel yang sangat keras. Bergegas aku menuju kamar mandi untuk cuci muka dan wudhu, setelah itu aku dan kawan-kawanku mengambil peralatan sholat dari mulai sarung sampai peci.
Kemudian aku dan kawanku pergi ke masjid untuk sholat subuh berjama’ah, lalu setelah sholat berjama’ah aku langsung setoran hafalan qur’an kepada guruku..

“li, ustadnya kemana nih? tumben gak ada?” Tanya Radit
“Gak tau deh, coba kita cari bareng yuk. siapa tau ketemu..” Jawab Ali
“Eh eh tungguiin, biar carinya bareng, kita kan satu Halaqah” Ucap Randy

Terlihat ustad kami lagi berjalan menuju kelas Ibnu rusyd..

“Nah, tuh ketemu ustadnya lagi jalan ke kelas. yuk samperin biar kita bisa setoran lebih awal” Ucap ali Sambil semangat
“Ya udah ayo” Ucap Radit dan Randy

Setelah kami menyetorkan hafalan kami yang tadi malam telah kami hafalkan, kami langsung muraja’ah lagi hafalan kami biar tidak terlalu hilang/lupa.. Setelah itu jarum panjang menunjukkan keangka 5.45, langsung kami berpamitan dengan ustad kami agar hafalan kami berkah. tak panjang lebar aku dan kawan-kawan satu halaqah langsung lari ke asrama dan mengambil gayung unt
... baca selengkapnya di Bahagia Hidup Pesantren Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 09 Desember 2015

Tong Tong

Tong Tong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Tong.. tong..”, bunyi gong kecil dari kejauhan. Terlihat seorang pria separuh baya yang sedang mengayuh gerobak kecil dengan box berisi jajanan di hadapannya melewati jalan di depan deretan rumah. Gedebug.. gedebug.. suara langkah dan teriakan memanggil-manggil ibunya begitu jelas di telinga dari radius 3 meter. Anak-anak kecil yang sedang asik bermain egrang berlari berhamburan menuju rumah mereka.

Tini kecil yang sedang asik bermain pun ikut-ikutan berlari pulang ke rumah. Langkah kakinya langsung lurus menuju dapur menemui emaknya yang sedang menggoreng pisang. Dia memegangi tangan emaknya sambil melompat-lompat kecil dengan mata yang berbinar-binar. Seperti sedang mencoba mengambil hati emaknya karena menginginkan sesuatu yang sudah menunggu di luar sana.

“Mak, aku belikan itu ya?”, ucap Tini sambil cengengesan pada emaknya.
“Itu apa?”, jawab emaknya sedikit menoleh.
“Itu yang tong tong itu”, jawabnya
“Itu jamu, pahit!”, jawab emaknya singkat dengan pandangan tidak bergeser dari penggorengan di depannya.

Tini terdiam mendengar jawaban emaknya, tertunduk dengan wajah datar dan bibirnya yang sengaja dimonyongkan.
... baca selengkapnya di Tong Tong Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 04 Desember 2015

Berantem Sama Teman Waktu SD

Berantem Sama Teman Waktu SD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Yang saya mau bagi cerita ini adalah kisah nyata. jadi, waktu itu saya masih kelas 6 SD tahun ajaran 2012/2013 dan hari itu saya sedang sakit demam tapi karena ada try out jadi saya paksakan masuk. nah, di akhir pelajaran ada yang namanya bimbingan ujian disitu awal ceritanya.

Waktu itu guru tidak masuk dan ia hanya memberi tugas untuk mengerjakan buku (yang ada tulisan detik 2 kali). saya telah selesai mengerjakan tetapi banyak yang belum, akhirnya saya keluar sebentar menghirup udara segar pas saya masuk ternyata buku saya terbuka dan saya tanya ke si I mengatakan bahwa yang mencontek adalah si A, lalu saya tulis di bukunya jangan suka nyontek. lalu dia datang dan melihat si A datang dan mencengkram tanganku erat-erat dan berkata “siapa yang nyontek lu” disitu saya langsung minta maaf pada dia sempat saya merenungkan kejadian tadi.

Saat kembali ke tempat duduk buku saya ada tulisan kasar yaitu kata-kata hewan yang sering orang lontarkan ke musuhnya lalu s
... baca selengkapnya di Berantem Sama Teman Waktu SD Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 02 Desember 2015

Mengukur Potensi

Mengukur Potensi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Apakah Anda berpotensi untuk menjadi wirausaha handal? Saya tidak tahu. Tetapi bila Anda bertanya-tanya apakah Anda dapat mengetahui seberapa jauh Anda berpotensi, mampu atau berbakat untuk menjadi wirausaha handal, maka cobalah menjawab sejumlah pertanyaan berikut :

* Apakah Anda lebih suka bekerja dengan para ahli untuk mengejar prestasi? * Apakah Anda tidak takut mengambil risiko, tetapi akan berusaha berusaha menghindari risiko tinggi bila dimungkinkan? * Apakah Anda cepat mengenali dan memecahkan masalah yang dapat menghalangi kemampuan Anda untuk mencapai tujuan? * Apakah Anda tidak akan mengijinkan kebutuhan akan status mengganggu misi bisnis Anda? * Apakah Anda rela berkorban dan bersedia bekerja dengan jam kerja yang panjang untuk membangun bisnis Anda? * Apakah Anda memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencapai keberhasilan? * Apakah Anda tidak membolehkan hubungan emosional mengganggu bisnis Anda? * Apakah Anda menganggap struktur organisasi sebagai satu halangan untuk mencapai sasaran yang Anda inginkan?

Jika semua pertanyaan itu Anda
... baca selengkapnya di Mengukur Potensi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu